| 25 Juli 2011 | Dibaca : 662 kali |
![]() Sosok Zuckerberg yang masih muda memberi kisah yang insipiratif bagi semua. Namun sesungguhnya beberapa perguruan tinggi telah mencetak miliarder muda setiap tahun. Namun, menjadi miliarder muda tak semudah membalikkan telapak tangan. Berikut para pengusaha yang memulai kariernya di bawah 25 tahun. 1. Michael Dell, Pendiri dan CEO Dell Computers. ![]() Ia berpesan kepada pengusaha muda yang akan merintis usaha, "Anda harus bergairah dengan usaha itu. Lakukan yang benar-benar anda cintai dan membuat anda bersemangat," ujarnya ketika diwawancarai dengan Academy of Achievement. 2. Catherin Cook Ia adalah pendiri myyearbook.com yang memulai bisnis pada usia 18 tahun. Pada 2005, Catherine dan adiknya mendirikan situs jejaring sosial yang berfungsi seperti buku tahunan digital. Isinya, berupa gambar teman, juga mata uang virtual yang sering disebut "lunch money". Saat ini ia memiliki 20 juta anggota dan merupakan salah satu dari 25 situs web yang paling populer di AS. Saat ini ia berusia 20 tahun. Kunci yang ia pegang yaitu,"Berhenti berpikir mengenai suatu hal, namun buatlah hal itu terjadi." Menurutnya, masa-masa di usia muda adalah waktu terbaik untuk memulai bisnis sendiri. Sebab, pada saat masih muda, anda tidak mempunyai tanggung jawab seperti halnya saat anda tua. "Seandainya anda gagal sekarang, setidaknya anda telah mempunyai pengalaman pertama yang membuat anda sukses berikutnya," ujarnya. 3. Sean Belnick, pendiri BizChair.com. ![]() Menurutnya untuk memulai sesuatu, tidak ada kata terlalu dini. Ketika berumur 14 tahun, ia menemukan banyak info di internet. "Lakukan penelitian dan temukan cara untuk melakukan apa yang ingin anda lakukan," itu sarannya. 4. Juliette Brindak, pendiri/CEO MissOandFriends.com. Pada umur 10 tahun, Brindak memulai dengan melukis kartun seorang gadis yang "keren" dan menjadi bintang di situs komunitas remaja pada 2005. Ia mempuyai saran: Carilah tim solid untuk mendukung ide anda."Jika seseorang mulai meragukan perusahaan anda, serta apa yang anda lakukan, anda harus singkirkan mereka." 5. Matt Mickiewicz, pendiri Sitepoint, 99 Deseigns and Flippa | |
ENTERPRENEUR
Jumat, 16 Desember 2011
Kisah Sukses Para Pengusaha Dunia
Rahasia Kekuatan Entrepreneur Sukses Penulis : Wuryanano
Salam ENTREPRENEUR...
Saya melihat sekarang ini...beberapa tahun belakangan ini, fenomena menggeliatnya entrepreneurship di Indonesia ini sangat membanggakan. Banyak bermunculan Young Entrepreneur, yang begitu bersemangat untuk memulai usaha atau bisnis sendiri. Ini memang patut untuk diacungi "Dua Jempol Tangan". Salut!!!
Sebagai seorang yang punya usaha atau berbisnis sendiri, tentunya Anda menginginkan kesuksesan yang berkesinambungan bukan? Apalagi bagi Anda yang baru saja memulai membuka usaha atau baru bisnis sendiri, tentu punya harapan besar untuk selalu bisa bertahan dan semakin meningkatkan bisnis Anda sendiri secara berkesinambungan. Benarkah begitu? Pastilah Anda menjawab: BENAR!!!
Nah, berkaitan dengan maraknya Dunia Entrepreneurship saat ini, Saya ingin berbagi dengan Anda, rekan-rekan Entrepreneur atau Anda yang mau terjun sebagai Entrepreneur...tentang beberapa hal yang semestinya dipunyai oleh setiap Entrepreneur, jika mereka menginginkan Kesuksesan yang Berkesinambungan.
Di sini, Saya melihat ada 6 (Enam) Kekuatan Inti, yang harus dipunyai seorang Entrepreneur Sukses, yaitu:
1. KEKUATAN IMAN (Faith Power)
•Kekuatan Iman, "tidak bisa tidak"...merupakan hal paling pokok dan paling penting...nomer satu yang mesti dimiliki oleh Entrepreneur. Kekuatan Iman, selain mengartikan bahwa kita memang wajib percaya, bahwa ALLAH pasti akan menolong kita...juga mewajibkan kita untuk "mengimani" atau meyakini apa pun jalan yang telah kita tempuh itu memang benar adanya. Jangan jadi orang yang selalu ragu-ragu...begitu... Percaya Diri saja!
•Dengan Iman, kita akan menjadi makhluk yang selalu pandai bersyukur, senang membantu sesama, dan tidak pernah tinggi hati.
2. KEKUATAN PIKIRAN (Mind Power)
•Kekuatan Pikiran artinya, kita jangan gampang berpikir untuk menyerah, jangan mudah untuk berpikir tidak mampu. Karena apa pun yang kita pikirkan tersebut...benar adanya, dan pasti segera berwujud menjadi kenyataan. Karena, Ingatlah! pikiran kita punya kekuatan super... Super Mind Power!!! Pikirkanlah hanya hal-hal positif! Jadi jangan meremehkan pikiran kita sendiri ya...entar menyesal belakangan deh...
3. KEKUATAN KESEHATAN (Healthy Power)
•Kekuatan Kesehatan mengingatkan kita semua, agar selalu menjaga kesehatan fisik maupun psikis, kesehatan raga dan jiwa. Jangan sampai kita terlena dengan hanya berusaha dalam bisnis, sehingga melupakan kesehatan...akhirnya kita jatuh sakit secara fisik maupun psikis. Ini bisa menyebabkan bisnis kita hancur berantakan!!! Uang kita juga bisa habis hanya untuk berobat ke dokter, ke paranormal...ke dukun...
4. KEKUATAN IMPIAN (Dream Power)
•Kekuatan Impian tidak diragukan lagi, sebagai mesin penggerak menuju cita-cita kita. Tanpa impian, jangan harap kita bisa bergerak menuju kesuksesan. Dengan impian, kita menjadi bersemangat luar biasa prima saat bergerak menuju cita-cita. Tanpa impian, kita pastinya yaa diam aja di tempat...dan capee' deh...diam melulu!
5. KEKUATAN KEMAUAN (Will Power)
•Kekuatan Kemauan tentu saja juga harus kita punyai. Lha kalau tidak ada kemauan, bagaimana bisa ada jalan? Yaa nggak? Kata orang bijak kan begini: "Dimana Ada Kemauan, Disitu Ada Jalan". Dengan kemauan tinggi pula, kita bisa menjadi orang yang sangat kreatif. Sehingga selalu ada jalan keluar bagi setiap permasalahan. Berbagai ide-ide besar dan cerdas juga bisa keluar karena kekuatan kemauan yang tinggi.
6. KEKUATAN JARINGAN (Networking Power)
•Nah ini, Kekuatan Jaringan juga wajib dimiliki seorang Entrepreneur. Kita mesti berusaha untuk mempunyai banyak teman...gitu maksudnya. Tapi yaa nggak sembarangan teman lho, harus teman pilihan...mesti milih teman lah kita ini... Kalau nggak milih teman, wah...kita bisa keliru berteman dengan garong, maling, penyelundup, koruptor...berabe kan? Oleh karena itu, untuk membangun Kekuatan Jaringan ini kita wajib pilih teman yang se-visi bisnis (ini lebih diutamakan), sebab kan kita lagi menggalang dukungan untuk bisnis kita, yaa nggak? Jadi bangunlah Kekuatan Jaringan Bisnis...
Oke, saat ini baru Saya simpulkan ada 6 (Enam) Kekuatan Inti untuk menjadi Seorang Entrepreneur Sukses.
Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
http://www.wuryanano.com/
Saya melihat sekarang ini...beberapa tahun belakangan ini, fenomena menggeliatnya entrepreneurship di Indonesia ini sangat membanggakan. Banyak bermunculan Young Entrepreneur, yang begitu bersemangat untuk memulai usaha atau bisnis sendiri. Ini memang patut untuk diacungi "Dua Jempol Tangan". Salut!!!
Sebagai seorang yang punya usaha atau berbisnis sendiri, tentunya Anda menginginkan kesuksesan yang berkesinambungan bukan? Apalagi bagi Anda yang baru saja memulai membuka usaha atau baru bisnis sendiri, tentu punya harapan besar untuk selalu bisa bertahan dan semakin meningkatkan bisnis Anda sendiri secara berkesinambungan. Benarkah begitu? Pastilah Anda menjawab: BENAR!!!
Nah, berkaitan dengan maraknya Dunia Entrepreneurship saat ini, Saya ingin berbagi dengan Anda, rekan-rekan Entrepreneur atau Anda yang mau terjun sebagai Entrepreneur...tentang beberapa hal yang semestinya dipunyai oleh setiap Entrepreneur, jika mereka menginginkan Kesuksesan yang Berkesinambungan.
Di sini, Saya melihat ada 6 (Enam) Kekuatan Inti, yang harus dipunyai seorang Entrepreneur Sukses, yaitu:
1. KEKUATAN IMAN (Faith Power)
•Kekuatan Iman, "tidak bisa tidak"...merupakan hal paling pokok dan paling penting...nomer satu yang mesti dimiliki oleh Entrepreneur. Kekuatan Iman, selain mengartikan bahwa kita memang wajib percaya, bahwa ALLAH pasti akan menolong kita...juga mewajibkan kita untuk "mengimani" atau meyakini apa pun jalan yang telah kita tempuh itu memang benar adanya. Jangan jadi orang yang selalu ragu-ragu...begitu... Percaya Diri saja!
•Dengan Iman, kita akan menjadi makhluk yang selalu pandai bersyukur, senang membantu sesama, dan tidak pernah tinggi hati.
2. KEKUATAN PIKIRAN (Mind Power)
•Kekuatan Pikiran artinya, kita jangan gampang berpikir untuk menyerah, jangan mudah untuk berpikir tidak mampu. Karena apa pun yang kita pikirkan tersebut...benar adanya, dan pasti segera berwujud menjadi kenyataan. Karena, Ingatlah! pikiran kita punya kekuatan super... Super Mind Power!!! Pikirkanlah hanya hal-hal positif! Jadi jangan meremehkan pikiran kita sendiri ya...entar menyesal belakangan deh...
3. KEKUATAN KESEHATAN (Healthy Power)
•Kekuatan Kesehatan mengingatkan kita semua, agar selalu menjaga kesehatan fisik maupun psikis, kesehatan raga dan jiwa. Jangan sampai kita terlena dengan hanya berusaha dalam bisnis, sehingga melupakan kesehatan...akhirnya kita jatuh sakit secara fisik maupun psikis. Ini bisa menyebabkan bisnis kita hancur berantakan!!! Uang kita juga bisa habis hanya untuk berobat ke dokter, ke paranormal...ke dukun...
4. KEKUATAN IMPIAN (Dream Power)
•Kekuatan Impian tidak diragukan lagi, sebagai mesin penggerak menuju cita-cita kita. Tanpa impian, jangan harap kita bisa bergerak menuju kesuksesan. Dengan impian, kita menjadi bersemangat luar biasa prima saat bergerak menuju cita-cita. Tanpa impian, kita pastinya yaa diam aja di tempat...dan capee' deh...diam melulu!
5. KEKUATAN KEMAUAN (Will Power)
•Kekuatan Kemauan tentu saja juga harus kita punyai. Lha kalau tidak ada kemauan, bagaimana bisa ada jalan? Yaa nggak? Kata orang bijak kan begini: "Dimana Ada Kemauan, Disitu Ada Jalan". Dengan kemauan tinggi pula, kita bisa menjadi orang yang sangat kreatif. Sehingga selalu ada jalan keluar bagi setiap permasalahan. Berbagai ide-ide besar dan cerdas juga bisa keluar karena kekuatan kemauan yang tinggi.
6. KEKUATAN JARINGAN (Networking Power)
•Nah ini, Kekuatan Jaringan juga wajib dimiliki seorang Entrepreneur. Kita mesti berusaha untuk mempunyai banyak teman...gitu maksudnya. Tapi yaa nggak sembarangan teman lho, harus teman pilihan...mesti milih teman lah kita ini... Kalau nggak milih teman, wah...kita bisa keliru berteman dengan garong, maling, penyelundup, koruptor...berabe kan? Oleh karena itu, untuk membangun Kekuatan Jaringan ini kita wajib pilih teman yang se-visi bisnis (ini lebih diutamakan), sebab kan kita lagi menggalang dukungan untuk bisnis kita, yaa nggak? Jadi bangunlah Kekuatan Jaringan Bisnis...
Oke, saat ini baru Saya simpulkan ada 6 (Enam) Kekuatan Inti untuk menjadi Seorang Entrepreneur Sukses.
Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
http://www.wuryanano.com/
Cara Sukses Entrepreneur Pria Berbisnis
Indonesian Entrepreneur, pebisnis, pengusaha atau usahawan identik dengan pria dan cara sukses berbisnisnya tetap menjadi inspirator bagi kaum wanita. Businessman adalah istilah kerennya.
Wanita bisnis Indonesia juga banyak yang sukses,
tetapi mereka sering dinomorduakan karena beragam faktor: mulai dari
perbedaan gender, kecepatan merespon peluang bisnis atau resiko bisnis
sampai pada polemik akan fungsi kodratinya sebagai ibu rumah tangga.
Apa rahasia sukses entrepreneur pria di Indonesia…?!?
Sebuah studi menunjukkan, meskipun memiliki tingkat kesuksesan lebih tinggi, wanita entrepreneur di Indonesia umumnya menghasilkan uang 50 persen lebih sedikit atau di bawah penghasilan pebisnis sukses pria. Hal ini tidak berarti wanita bisnis
kurang produktif atau kurang efektif dalam bekerja dibandingkan pria.
Jawabannya ternyata sederhana saja. Pria dan wanita memiliki alasan yang
berbeda dalam membangun bisnis.
Studi yang diadakan oleh Rochester Institute of Technology menyatakan, rahasia sukses entrepreneur / pebisnis pria dan wanita
memiliki prioritas yang berbeda ketika membangun suatu bisnis.
Kebanyakan pria memiliki motivasi untuk menghasilkan uang (perbandingan
pria dan wanita 76 persen pria dan wanita 29 persen).
Sedangkan wanita cenderung lebih tertarik membangun bisnis karena merasa lebih fleksibel, dapat menyeimbangkan pekerjaan dengan tugas di rumah, dapat mengisi hidupnya dengan sesuatu yang berarti, dan kebebasan untuk tinggal di rumah bersama anak-anak.
Meskipun demikian, tidak berarti wanita bisnis
tidak dapat meningkatkan kemampuannya menghasilkan uang, dengan tetap
berpegang pada prioritasnya. Wanita dapat belajar dari pria dengan
mengambil beberapa aturan pria dalam cara yang sesuai dengan kemampuan
kita, dan dengan menekankan bakat kita.
Berikut ini 10 TIPS CARA SUKSES Entrepreneur Pria INDONESIA dalam berbisnis:
- Terapkan strategi. Pebisnis pria berpikir secara linier, berfokus pada pencarian solusi atas berbagai masalah, menetapkan dan mencapai tujuan, mengembangkan rencana dan melaksanakan tugas-tugasnya. Hal ini penting dalam bisnis. Jika Anda belajar menerapkan strategi bisnis, buat tujuan yang jelas, dan pastikan Anda akan mengikuti rencana bisnis yang sudah dibuat.
- Just do it! Salah satu keuntungan besar yang dimiliki Entrepreneur pria dalam bisnis adalah bahwa mereka senang mengambil risiko bisnis. Memang penting untuk bersikap hati-hati, tetapi tak ada hal buruk yang akan terjadi jika Anda belum bertindak.
- Tetap fokus. Anda beruntung karena pebisnis wanita dianugerahi kemampuan multitasking, dan dengan sendirinya juga multithinking. Namun, salah satu kelemahan kita adalah karena pikiran kita begitu lincah ke mana-mana, banyak pula yang dapat mengalihkan perhatian kita. Karena itu, penting untuk tetap fokus pada tujuan Anda, meskipun banyak hal yang terjadi di sekitar Anda. Di sinilah penerapan strategi bisnis yang jitu akan membantu Anda.
- Menepati janji. Jika Anda tidak melakukan apa yang sudah Anda janjikan, orang lain tak akan memercayai Anda dan tidak ingin berbisnis lagi dengan Anda. Bila Anda terus mengubah rencana bisnis setiap beberapa hari, Anda akan kehilangan klien, partner bisnis dan tentunya uang.
- Meminta uang itu hak Anda. Banyak wanita bisnis yang enggan meminta atau menagih uang. Meminta uang atau pembayaran adalah bagian integral dari bisnis, dan jika Anda enggan atau merasa tidak enak memintanya, Anda tak akan mendapatkannya. Yang lebih penting, bila Anda tidak menagih hak Anda, hal tersebut justru akan memberi kesan Anda tidak serius menjalani bisnis ini.
- Mengharapkan hasil yang besar. Dari banyak studi, terlihat satu alasan utama mengapa Entrepreneur pria lebih mampu menghasilkan uang dalam bisnis daripada wanita: Pria selalu mengharapkan hasil yang besar! Tantang diri Anda untuk berpikir di luar zona kenyamanan Anda. Kebanyakan orang tidak dapat mencapai tujuan bisnis karena mereka menetapkan tujuan yang terlalu rendah. Buatlah tujuan bisnis yang besar, dan juga buatlah hasil yang besar!
- Tak perlu bersikap manis. Bersikap manis dapat membunuh usaha bisnis Anda. Tidak berarti bahwa Anda tidak memperlakukan klien atau partner bisnis dengan cara yang baik. Namun, Anda tidak boleh berbisnis dengan orang yang memperlakukan Anda dengan buruk, yang mengatakan bahwa Anda tidak memberikan jasa atau layanan bisnis yang baik, atau bahwa Anda tidak peduli karena membuat kecewa orang lain. Berbisnis adalah berterus-terang, dan Anda harus berpikir atau bertindak seperti yang seharusnya.
- Abaikan mood Anda. Wanita bisnis sering membatalkan janji, menghindari acara makan bersama, atau terlambat datang ke pertemuan karena merasa tidak nyaman, tidak punya pakaian yang pantas dikenakan, atau karena sedang cepat tersinggung. Belajarlah untuk mengatasi mood swing Anda, dan tidak membiarkannya memengaruhi sikap Anda di hadapan orang lain. Bersikap moody akan membuat orang lain tidak nyaman berada di dekat Anda.
- Jangan putus asa. Ada masa-masa di mana Anda merasa tantangan bisnis-nya terlalu berat, atau hari-hari di mana Anda ingin menyerah. Hal ini wajar saja. Beristirahatlah bila Anda memang memerlukannya, ambillah cuti sehari, tetapi jangan putus asa. Daya tahan adalah kunci dalam bisnis. Banyak wanita bisnis yang ingin berhenti berbisnis menjelang kelahiran bayi, padahal mungkin kesuksesan sudah di depan mata.
- Bisnis adalah permainan. Pria menyukai permainan, di mana ada peraturan dan trik-triknya. Pelajari aturan bisnis tersebut, dan selalu ingat dalam pikiran bahwa hal itu hanyalah sebuah permainan. Suatu hari Anda akan menang, kali lain Anda akan kalah. Namun satu hal yang pasti, hidup akan terus berlanjut, tak peduli bagaimana hasilnya. Maka, the show must go on…
Yang paling penting, mempelajari pikiran dan cara sukses entrepreneur pria berbisnis bukan berarti wanita bisnis harus menjadi seperti pria. Wanita bisnis hanya perlu beradaptasi terhadap peraturan di dalam dunia bisnis, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kemampuannya.
Kamis, 15 Desember 2011
Franchise : “Cara Mudah Mencapai Sukses Dalam Bisnis”
Gagal Kuliah, Jadilah Entrepreneur
| Wednesday, 16 March 2011 00:00 | |
"Mulailah berwirausaha justru di saat kita tidak punya apa-apa" Purdi E. Chandra
Waktu
kuliah dulu saya punya teman yang pandai dan memiliki wawasan dunia
bisnis yang lumayan. Ide-ide rencana usaha yang muncul dari pemikirannya
sangat cemerlang. Selalu saja, ide-ide itu adalah ide bisnis yang
menarik, prospektif, dan berpeluang besar untuk digarap. Semua teman
kuliah berdecak kagum dengan lontaran ide-idenya.
Tetapi ide-ide itu tinggal ide saja. Sampai hari ini belum ada satu pun
bisnis yang pernah dijalankannya. Malahan, terakhir saya ketemu dia,
berstatus karyawan sebuah perusahaan publik di Jakarta. Dia memang
terlalu pandai untuk merencanakan sebuah usaha sekaligus terlalu takut
untuk memulai.
Ada juga mahasiswa yang pernah datang pada saya. Dia menyatakan ingin berwirausaha, kemudian dia mengatakan, bahwa dirinya belum punya modal dan tidak begitu pandai. Saya katakan pada dia: “Kebetulan!” Kemudian saya katakan lagi: “Jangan takut, karena modal utama untuk memulai bisnis adalah keberanian.”
Mengapa saya katakan seperti itu? Sebab, biasanya kalau terlalu pinter
itu malah terlalu berhitung. Orang yang tahu banyak hal, maka dia akan
tahu banyak risiko dan halangan di depannya. Hal itu menurut saya justru
akan menciutkan nyalinya.
Saya
malah pernah bilang pada seorang sarjana yang ingin berwirausaha. Saya
katakan: “Sekarang, abaikan ijazahmu. Buatlah dirimu seolah-olah tidak
punya apa-apa, kecuali semangat dan keinginan yang kuat.”
Saya teruskan: “Mulailah berwirausaha justru pada saat Anda tidak punya apa-apa. Saat Anda merasa tertekan. Saat Anda tidak dapat berbuat apa-apa dengan ijazah Anda. Saat Anda kebingungan karena harus bayar kredit rumah. Atau pada saat Anda merasa terhina.”
Memang
nasehat saya ini agak berbeda dengan kebanyakan orang. Biasanya orang
menyarankan, kalau mau usaha sebaiknya mengumpulkan modal dulu, kemudian
cari tempat dan seterusnya. Tetapi, banyak orang sukses sebagai
wirausahawan justru dimulai dari sebaliknya, hanya punya semangat dan
tidak punya apa-apa. Kondisi yang ada memaksa mereka harus “bermimpi”
tentang masa depannya, kemudian tertantang untuk menggapainya, dan
berusaha keras untuk mewujudkannya.
Anda tentu tahu atau paling tidak pernah mendengar nama Steve Jobs.
sebelumnya dia bukan siapa-siapa. Jobs hanyalah anak muda yang gemar
bercelana jeans belel dan berkantong kempes. Belakangan, dia membuat
Apple Computer di garasi rumahnya, dan mendirikan perusahaan yang masuk
Fortune 500 lebih cepat dari siapapun sepanjang sejarah.
Jobs adalah contoh orang yang berhasil dalam berwirausaha,
justru bukan karena kepandaiannya di bangku kuliah. Tapi, karena ia
memiliki keberanian dan keyakinan akan usaha yang digelutinya. Dia mampu
bertindak merealisasi gagasannya dengan meninggalkan lingkungan kuliah
dan teman-temannya yang suka berhura-hura.
Tapi, saya tidak menyarankan Anda untuk mengabaikan pendidikan. Hanya
saja, saya ingin mengatakan, bahwa untuk menjadi wirausahawan terlebih
dahulu dibutuhkan keberanian memulai (bertindak), untuk memanfaatkan
peluang bisnis yang ada. Hal tersebut harus segera dilakukan, sebelum
orang lain mendahuluinya. Kepandaian akademis akan diperlukan bila usaha
kita sudah berjalan, dan itu bisa kita dapatkan dengan mengikuti kuliah
lagi, atau kita bisa membayar orang-orang pandai sebagai karyawan atau
konsultan.
|
|
| Last Updated on Thursday, 14 July 2011 04:34 |
enterpreneurship in Indonesia-- sandiaga Uno
Rabu 13 July 2011, Di suatu pagi yang cerah saya berkesempatan untuk menjadi pembicara pada acara Breakfast Dialogue yang diadakan oleh Financial Club.Sangat senang dan bangga melihat antusias peserta yang hadir memenuhi ruangan. Dalam Breakfast Dialogue
kali ini saya menyampaikan kepada peserta betapa penting dan besarnya
peranan institusi pendidikan dalam menciptakan dan menumbuhkan entrepreneur.
Jika kita melihat hasil riset mengenai entrepreneurship movement di Indonesia sekarang dan kemana harusnya diarahkan. World Economic Forum, membagi negara-negara di dunia menjadi 3 kategori:
Kita ambil salah satu contoh universitas di Amerika yang dianggap berhasil dalam menghasilkan entrepreneur yaitu Stanford University. Misi Stanford adalah tetap menjadi institusi pendidikan dan bukan tempat untuk melahirkan perusahaan atau bisnis baru. Berbeda dengan Harvard yang mengadakan kompetisi business plan dll. Lulusan Stanford yang langsung mendirikan perusahaan ada sekitar 10% dimana Harvard cuma 5%. Stanford bisa melahirkan entrepreneur secara alami dikarenakan lingkungan universitas yang berada di tengah-tengah Silicon Valley.
Dari Innovation Driven Economy kita bisa ambil kesimpulan bahwa Shaping Attitudes atau pembentukan sikap memiliki peran sangat kritikal dalam pembentukan entrepreneur yang akan terjun dalam dunia bisnis karena pilihan bukan keterpaksaan. Kita perlu melahirkan entrepreneur yang memilih secara sadar untuk menjadi pengusaha dan bukan karena keterpaksaan.
Di Negara kita sendiri, saat ini jumlah Usaha Kecil Mikro (UKM)-nya mencapai sekitar 52 juta unit usaha dan jumlah ini diperkirakan akan terus bertumbuh. Namun ironisnya, ini bukan sesuatu hal yang patut kita banggakan, karena sebagian besar dari pegusaha UKM kita masuk dalam golongan necessity entrepreneur yang bekerja bukan karena keinginan, pilihan, atau kesempatan namun karena keterpaksaan akibat kurangnya lapangan pekerjaan di Indonesia. Mereka kerap terbelenggu oleh beberapa kendala mulai dari perizinan membuka usaha, infrastruktur, KUR yang tidak terealisasi, hingga menanggung beban pajak. Hal inilah yang memaksa mereka untuk menjadi entrepreneur yang hanya memenuhi kebutuhan diri sendiri, mereka berpikir dari pada mau naik kelas tapi harus melawati berbagai jalan yang rumit dan berbelit-belit mending begini saja mereka sudah tercukupi. Nah, disinilah peran kita dibutuhkan, bagaimana mengubah agar pelaku UKM yang seperti ini berkurang dan usaha mikro bisa naik kelas menjadi kelas menengah sehingga bisa berkontribusi kepada naiknya GDP Negara kita.
Pengangguran dan kemiskinan itu terkait dengan kualitas SDM. Kita tidak bisa tinggal diam hanya menunggu pemerintah bertindak. Masyarakat pun juga harus berperan aktif, bayangkan saja jika entrepreneur-entrepreneur terpaksa menceburkan diri, namun tidak bisa bisa berenang karena tidak pernah dibekali pendidikan mindset entrepreneurship. Memang harus diakui, tidak semua orang terlahir seperti Bill Gates, Steve Jobs, atau Mark Zuckerberg yang dropped out dan tidak menyelesaikan kuliahnya namun bisa mencapai kesuksesan yang luar biasa sebagai seorang entrepreneur. Jumlah entrepreneur seperti mereka ini sangat sedikit sekali. Yang patut kita teladani dari mereka adalah mereka terpaksa tercebur tapi spontan bisa berenang, karena mereka total dalam pilihannya menjadi entrepreneurs, mereka fokus dan bersungguh-sungguh berjuang hingga bisa survive bahkan berkontribusi besar kepada Negaranya.
Masalah yang terjadi pada masyarakat kita saat ini adalah mental mereka yang ingin semuanya serba instant, inilah virus yang sedang menggerogoti mental masyarakat kita.. Apa-apa maunya serba cepat dan enak. Cepat kaya, cepat terkenal, cepat pintar, cepat sukses. Padahal untuk pintar kita harus banyak belajar, untuk panen, tanaman kita harus bertani dan merawat tanamannya dulu. Akibat budaya instant ini, akhirnya banyak terjadi korupsi atas proyek-proyek pemerintah untuk kekayaan pribadi. Coba bayangkan jika semua proyek berjalan bersih, saya optimis ekonomi kita bisa tumbuh lebih baik lagi.. Oleh karena itu, Kita harus menyadari pentingnya dan tingginya peran lembaga pendidikan universitas, training atau pelatihan sehingga dapat menciptakan platform dan lingkungan yang menghasilkan entrepreneurs simply by choice, by opportunity, not by accident or necessity. Kita memerlukan adanya transformasi pada sistem pendidikan kita yang lebih mendukung dan fokus terhadap pengembangan kewirausahaan, sistem pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai dan esensi kewirausahaan,
Diakhir cerita, saya ingin menegaskan kembali, bahwa entrepreneurship itu bukan profesi, melainkan sebuah mindset (pola pikir). Yakni, mindset yang terdiri dari kerja keras, sikap hidup optimis, inovatif, kreatif, serta leadership.--- http://sandiaga-uno.com/enterpreneurship-in-indonesia-financial-club/
Salam
Sandiaga Uno
Jika kita melihat hasil riset mengenai entrepreneurship movement di Indonesia sekarang dan kemana harusnya diarahkan. World Economic Forum, membagi negara-negara di dunia menjadi 3 kategori:
- Factor Driven Economy (GDP Per kapita dibawah USD 2.000).
- Efficiency Driven Economy (GDP Per kapita diantara USD 3.000 hingga 9.000)
- Innovation Driven Economy (GDP Per kapita diatas 17.000)
Kita ambil salah satu contoh universitas di Amerika yang dianggap berhasil dalam menghasilkan entrepreneur yaitu Stanford University. Misi Stanford adalah tetap menjadi institusi pendidikan dan bukan tempat untuk melahirkan perusahaan atau bisnis baru. Berbeda dengan Harvard yang mengadakan kompetisi business plan dll. Lulusan Stanford yang langsung mendirikan perusahaan ada sekitar 10% dimana Harvard cuma 5%. Stanford bisa melahirkan entrepreneur secara alami dikarenakan lingkungan universitas yang berada di tengah-tengah Silicon Valley.
Dari Innovation Driven Economy kita bisa ambil kesimpulan bahwa Shaping Attitudes atau pembentukan sikap memiliki peran sangat kritikal dalam pembentukan entrepreneur yang akan terjun dalam dunia bisnis karena pilihan bukan keterpaksaan. Kita perlu melahirkan entrepreneur yang memilih secara sadar untuk menjadi pengusaha dan bukan karena keterpaksaan.
Di Negara kita sendiri, saat ini jumlah Usaha Kecil Mikro (UKM)-nya mencapai sekitar 52 juta unit usaha dan jumlah ini diperkirakan akan terus bertumbuh. Namun ironisnya, ini bukan sesuatu hal yang patut kita banggakan, karena sebagian besar dari pegusaha UKM kita masuk dalam golongan necessity entrepreneur yang bekerja bukan karena keinginan, pilihan, atau kesempatan namun karena keterpaksaan akibat kurangnya lapangan pekerjaan di Indonesia. Mereka kerap terbelenggu oleh beberapa kendala mulai dari perizinan membuka usaha, infrastruktur, KUR yang tidak terealisasi, hingga menanggung beban pajak. Hal inilah yang memaksa mereka untuk menjadi entrepreneur yang hanya memenuhi kebutuhan diri sendiri, mereka berpikir dari pada mau naik kelas tapi harus melawati berbagai jalan yang rumit dan berbelit-belit mending begini saja mereka sudah tercukupi. Nah, disinilah peran kita dibutuhkan, bagaimana mengubah agar pelaku UKM yang seperti ini berkurang dan usaha mikro bisa naik kelas menjadi kelas menengah sehingga bisa berkontribusi kepada naiknya GDP Negara kita.
Pengangguran dan kemiskinan itu terkait dengan kualitas SDM. Kita tidak bisa tinggal diam hanya menunggu pemerintah bertindak. Masyarakat pun juga harus berperan aktif, bayangkan saja jika entrepreneur-entrepreneur terpaksa menceburkan diri, namun tidak bisa bisa berenang karena tidak pernah dibekali pendidikan mindset entrepreneurship. Memang harus diakui, tidak semua orang terlahir seperti Bill Gates, Steve Jobs, atau Mark Zuckerberg yang dropped out dan tidak menyelesaikan kuliahnya namun bisa mencapai kesuksesan yang luar biasa sebagai seorang entrepreneur. Jumlah entrepreneur seperti mereka ini sangat sedikit sekali. Yang patut kita teladani dari mereka adalah mereka terpaksa tercebur tapi spontan bisa berenang, karena mereka total dalam pilihannya menjadi entrepreneurs, mereka fokus dan bersungguh-sungguh berjuang hingga bisa survive bahkan berkontribusi besar kepada Negaranya.
Masalah yang terjadi pada masyarakat kita saat ini adalah mental mereka yang ingin semuanya serba instant, inilah virus yang sedang menggerogoti mental masyarakat kita.. Apa-apa maunya serba cepat dan enak. Cepat kaya, cepat terkenal, cepat pintar, cepat sukses. Padahal untuk pintar kita harus banyak belajar, untuk panen, tanaman kita harus bertani dan merawat tanamannya dulu. Akibat budaya instant ini, akhirnya banyak terjadi korupsi atas proyek-proyek pemerintah untuk kekayaan pribadi. Coba bayangkan jika semua proyek berjalan bersih, saya optimis ekonomi kita bisa tumbuh lebih baik lagi.. Oleh karena itu, Kita harus menyadari pentingnya dan tingginya peran lembaga pendidikan universitas, training atau pelatihan sehingga dapat menciptakan platform dan lingkungan yang menghasilkan entrepreneurs simply by choice, by opportunity, not by accident or necessity. Kita memerlukan adanya transformasi pada sistem pendidikan kita yang lebih mendukung dan fokus terhadap pengembangan kewirausahaan, sistem pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai dan esensi kewirausahaan,
Diakhir cerita, saya ingin menegaskan kembali, bahwa entrepreneurship itu bukan profesi, melainkan sebuah mindset (pola pikir). Yakni, mindset yang terdiri dari kerja keras, sikap hidup optimis, inovatif, kreatif, serta leadership.--- http://sandiaga-uno.com/enterpreneurship-in-indonesia-financial-club/
Salam
Sandiaga Uno
Kamis, 10 November 2011
10 langkah menjadi entrepreneur
STEP 1, START WITH A DREAM
Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan keyakinan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started. Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan kerterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ ataupun ‘tidak mungkin’.
STEP 2, LOVE The Products or Services
Cintailah produk anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan kepada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Setiap awal usaha selalu akan ada banyak halangan ataupun kesulitan yang bertubi tubi, kecintaan akan produk kita yang akan membuat kita bekerja keras dengan senang hati.
Enthusiastism and Persistence: Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan kita akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.
STEP 3, Learn The BASICS of BUSINESS.
Pelajarilah fundamental business. : BEYOND THE *buy low, sell high, pay late, collect early. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik.Carilah -guru- yang baik.
STEP 4, Willing to Take CALCULATED RISKS.
Ambilah resiko. The gain that you will be able to achieve is directly proportional to the risk taken:
Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia wirausaha, karena hasil yang mungkin dicapai akan proporsional terhadap resiko yang diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan entreprenneur dengan manager. Entrepreneur lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan untuk mengatur perusahaan yang telah maju.
STEP 5, Seek Advice, But Follow Your Belief.
Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata hati kita. Consult Consultants, ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan “indera ke enam” nya.
STEP 6, Salesmanship and Customer Understanding.
Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci-sukses. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangakan usaha pada fase itu.
STEP 7, Work HARD, 7 Days a Week, 18 Hours a Day.
Kerja keras. Ethos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan businessnya. Me-lamun-kan dan memimpikan kerjanya.
STEP 8, Make Friends As Much As Possible.
Bertemanlah sebanyak-banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit lebih mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.
STEP 9, Deal With FAILURES.
Hadapi kegagalan Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidaklah mematikan. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bilamana sampai itu terjadi, bersiaplah dan hadapilah!
STEP 10, Just Do It, NOW!
Lakukanlah sekarang juga. Bila Anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan:
READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM!. Putuskan dan kerjakan sekarang, kerena besok bukanlah milik kita.
http://www.jamespropertyinvestor.com/site/kumpulan-artikel/artikel-umum-a-investasi/87-10-langkah-menjadi-entrepreneur
Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan keyakinan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started. Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan kerterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ ataupun ‘tidak mungkin’.
STEP 2, LOVE The Products or Services
Cintailah produk anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan kepada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Setiap awal usaha selalu akan ada banyak halangan ataupun kesulitan yang bertubi tubi, kecintaan akan produk kita yang akan membuat kita bekerja keras dengan senang hati.
Enthusiastism and Persistence: Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan kita akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.
STEP 3, Learn The BASICS of BUSINESS.
Pelajarilah fundamental business. : BEYOND THE *buy low, sell high, pay late, collect early. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik.Carilah -guru- yang baik.
STEP 4, Willing to Take CALCULATED RISKS.
Ambilah resiko. The gain that you will be able to achieve is directly proportional to the risk taken:
Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia wirausaha, karena hasil yang mungkin dicapai akan proporsional terhadap resiko yang diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan entreprenneur dengan manager. Entrepreneur lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan untuk mengatur perusahaan yang telah maju.
STEP 5, Seek Advice, But Follow Your Belief.
Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata hati kita. Consult Consultants, ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan “indera ke enam” nya.
STEP 6, Salesmanship and Customer Understanding.
Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci-sukses. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangakan usaha pada fase itu.
STEP 7, Work HARD, 7 Days a Week, 18 Hours a Day.
Kerja keras. Ethos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan businessnya. Me-lamun-kan dan memimpikan kerjanya.
STEP 8, Make Friends As Much As Possible.
Bertemanlah sebanyak-banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit lebih mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.
STEP 9, Deal With FAILURES.
Hadapi kegagalan Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidaklah mematikan. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bilamana sampai itu terjadi, bersiaplah dan hadapilah!
STEP 10, Just Do It, NOW!
Lakukanlah sekarang juga. Bila Anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan:
READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM!. Putuskan dan kerjakan sekarang, kerena besok bukanlah milik kita.
http://www.jamespropertyinvestor.com/site/kumpulan-artikel/artikel-umum-a-investasi/87-10-langkah-menjadi-entrepreneur
Langganan:
Postingan (Atom)


